Senin, 28 Mei 2012

Tugas Mini Proyek 2012

Dinda Rizvina Nasution 11-007
Ririn Hapsari 11-103
Citra Wahyuni 11-109


Topik
Peran Teknologi terhadap Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Judul
Manfaat Teknologi bagi Siswa Akselerasi SMP Harapan 2 Medan
Pendahuluan
            Dalam melaksanakan tugas proyek mini ini,kelompok kami memilih topik Peran Teknologi terhadap Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Alasan kami memilih topik tersebut karena,dari zaman ke zaman teknologi dan peran internet sudah sangat berkembang dan bahkan perkembangannya pun sudah mulai dan bahkan sudah digunakan di sekolah-sekolah didunia,terutama di indonesia. Dengan menggunakan media teknologi untuk menunjang pembelajaran disekolah,murid-murid pasti akan lebih mudah dalam menjalani dan mengerti tentang topik yang di bawakan gurunya, serta anak-anak juga bisa belajar menggunakan teknologi yang biasa digunakan di sekolah meraka, sehingga sambil belajar tentang materi yang dibawakan gurunya,mereka juga belajar untuk menggunakan teknologi tersebut. Seperti kata pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Kami memilih murid-murid SMP karena menurut kami, pembelajaran mengenai teknologi secara mendalam harus di dalami dan mulai dikuasai satu persatu di SMP. Karena untuk masa pengenalan teknologi seharusnya sebagian sudah dibahas di SD. Peran teknologi yang sudah diterapkan dari bangku sekolah sampai bangku perkuliahan itu juga bermanfaat untuk bekal kita menghadapi dunia kerja yang sudah dituntut harus bisa menggunakan aplikasi-aplikasi komputer serta bisa berkomunikasi melalui jaringan internet untuk mengirim dokumen dan menggunakan alat-alat teknologi yang digunakan untuk kepentingan rapat atau presentasi.
Selain itu, pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dan internet tersebut, atau yang biasa kita kenal dengan Pembelajaran Berbasis ICT ini, dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya:
1. Memanfaatkan teknologi, atau dalam hal ini komputer atau laptop atau netbook sebagai alat bantu pembelajaran. Kita bisa membuat hand out atau rangkuman pembelajaran kita dengan program power point, lalu ditayangkan di kelas. Dengan begini, kita sudah melaksanakan pembelajaran berbasis iptek. Atau di lain waktu, kita bisa meminta anak untuk melaporkan hasil kegiatan dengan diketik dan diprint out. Hand phone dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran. Misalnya penugasan pembuatan video tentang procedure text, peserta didik dapat memanfaatkan handphone berkamera untuk merekam tugas mereka dan menyimpannya di flash disk lalu diserahkan ke guru bersangkutan. Tapi tetap, penggunaan hand phoen ini perlu seleksi ketat sehingga siswa benar memanfaatkan hand phone nya dengan benar dan berguna.
2. Memanfaatkan jaringan internet sebagai media pembelajaran. Dalam hal ini ada banyak situs atau fitur di internet yang bisa kita manfaatkan, diantaranya adalah social media, email dan blog. Social media yang paling umum digunakan dan paling tenar adalah Facebook dan Twitter. Tidak ada lagi orang yang tidak mengenal kedua socmed tersebut, terutama mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan yaitu siswa dan para guru. Tidak bisa kita melarang siswa-siswi atau anak-anak kita untuk tidak memiliki socmed karena hal itu sudah menjadi dunia mereka saat ini. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan socmed itu menjadi media belajar. Kita bisa saja membentuk komunitas kelas, sekolah atau yayasan dalam facebook yang bisa kita gunakan untuk share info tentang berbagai hal, dari tugas, materi belajar, atau info tentang administrasi. Dengan email dan blog kita bisa pula meminta siswa untuk mengirim tugas-tugas mereka via email yang dapat kita pantau real time atau waktu pengumpulannya. Bahkan kini para siswa sudah pandai membuat video-video tugas sehingga dapat pula diupload ke youtube.
Dengan dua manfaat teknologi dan internet di atas, tidak ada lagi alasan bagi guru untuk tidak mau belajar tentang teknologi dan internet atau belajar bersama teknologi dan internet.
            Oleh karena itu, proses belajar dikelas yang menggunakan internet sebagai media pembelajaran yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar di sekolah , internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komonikasi interaktif antara guru dengan siswa. Kondisi yang perlu didukung oleh internet berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yaitu sebagai kegiatan komonikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas.
Berdasarkan kondisi sekarang, terlihat bagi kita bahwa teknologi informasi, khususnya internet memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap dimensi pendidikan. Internet memberikan kontribusi yang sangat besar didalam membantu setiap dimensi yang ada untuk selalu mendapatkan informasi yang up to date. Jaringan internet merupakan salah satu jenis jaringan yang popular dimanfaatkan, karena internet merupakan teknologi informasi yang mampu menghubungan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dipakai secara bersama-sama. Demikian juga dalam dunia pendidikan, berkat adanya jaringan internet, maka dapat membantu setiap penyedia jasa pendidikan untuk selalu mendapat informasi-informasi yang terkini dan sesuai dengan kebutuhan.

Landasan teori
Secara historis, istilah teknologi pendidikan (educational technology) dan teknologi pembelajaran (instructional technology) dimaknai oleh sebagian ahli pendidikan secara terpisah. Ada yang menyetujui penggunaan istilah “teknologi pendidikan”, dengan alasan bahwa kata “pendidikan” memberikan cakupan yang lebih luas daripada sekedar menggunakan kata “pembelajaran”. Selain itu mereka juga beranggapan bahwa kata “pendidikan” tersebut merujuk pada aneka ragam lingkungan belajar, termasuk belajar di rumah, di sekolah, di tempat kerja, dan sebagainya, sementara kalau hanya menggunakan istilah “pembelajaran”, tentu cakupannya hanya sebatas di lingkungan sekolah saja. Sedangkan bagi yang setuju dengan menggunakan istilah “teknologi pembelajaran” berpendapat bahwa kata pembelajaran lebih sesuai dengan fungsi teknologi, yakni berkenaan dengan permasalahan belajar dan mengajar, termasuk juga mencakup situasi pelatihan (training). Kedua kelompok ini sepertinya menggunakan alasan yang seimbang untuk membenarkan pendapat mereka masing-masing. Bahkan  pada tahun 1977, AECT memberikan definisi yang berbeda terhadap kedua istilah ini.
Namun, seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, perbedaan istilah tersebut telah menghilang. Sejak tahun 1994 istilah “Teknologi Pendidikan” dan “Teknologi Pembelajaran” dianggap sinonim dan digunakan secara bergantian oleh kebanyakan ahli pendidikan untuk menjelaskan penerapan proses dan sarana (tools) teknologi dalam memecahkan permasalahan belajar dan pembelajaran.
Definisi teknologi pendidikan/pembelajaran yang direvisi dan dikeluarkan pada tahun 1994 menjelaskan sebagai berikut:
“Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian proses dan sumber untuk belajar.”
Dari definisi di atas jelas bahwa tujuan dari teknologi pendidikan adalah untuk membantu, memperbaiki serta meningkatkan proses belajar manusia. Maka di sini yang diutamakan adalah “proses belajar” itu sendiri, di samping alat-alat yang dapat membantu proses belajar tersebut. Jadi, pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kritis tentang pendidikan. Teknologi pendidikan memandang persoalan kegiatan belajar-mengajar sebagai masalah atau problema yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah.
Secara umum, pengertian Teknologi Pendidikan yakni:
  • Bahwa tujuan utama Teknologi Pendidikan adalah membuat agar suatu pembelajaran lebih efektif, yaitu dengan cara mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi secara sistematis berdasarkan teori komunikasi dan belajar tentunya, serta memanfaatkan segala sumber baik yang bersifat manusia maupun non-manusia.
  • Bahwa fokus utama Teknologi Pendidikan adalah memfasilitasi belajar pada manusia, yakni melalui identifikasi, pengembangan, pengeorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar. Disamping itu, melalui pengelolaan yang baik dan tepat terhadap proses daripada pengembangan, pengorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar tersebut.
  • Bahwa penekanan utama Teknologi Pendidikan adalah pada penelitian dan aplikasi ilmu prilaku dan teori belajar dengan menggunakan pendekatan sistem untuk melakukan analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi dan pengelolaan penggunaan teknologi untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja, yaitu dengan memanfaatkan teknologi (soft-technology maupun hard-technology) untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja manusia.
Heinich, dkk (1996) sebagaimana yang dikutip oleh Prof. Hamzah B. Uno, mengklasifikasikan jenis media pembelajaran sebagai berikut:
1) Media yang tidak diproyeksikan (non projected media)
Media ini sering disebut media pameran atau displayed media. Jenis media yang tergolong media yang tidak diproyeksikan yaitu:
    1. Realia; yaitu benda nyata yang digunakan sebagai bahan ajar.
    2. Model; yaitu benda nyata yang dimodifikasikan, atau gambaran yang berbentuk tiga dimensi dari sebuah benda nyata (pengganti media realia)
    3. Bahan grafis (grafhic materials); yaitu benda visualisasi yang bersifat simbol. Contoh: poster, globe, peta, kartun, diagram, dll.
    4. Papan display; yaitu media yang dapat dipajang.
2) Media yang diproyeksikan (projected media)
Media yang tergolong sebagai media yang diproyeksikan, antara lain:
    1. OHT (overhead transparancy);
    2. Slide, dll
3) Media Audio (audio)
Media audio merupakan media yang sangat fleksibel, relatif murah, praktis dan ringkas, serta mudah dibawa (portable). Media ini dapat digunakan untuk kegiatan belajar individu maupun kelompok. Misalnya audio kaset.
4) Media Video (video)
Media ini sebagai audiovisual dengan memiliki unsur gerakan dan suara, yang biasa dipergunakan di dalam ruangan kelas. Media vidio dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar pada berbagai bidang studi.
5) Media berbasis komputer (computer based media)
6) Multimedia Kit
Multimedia kit dapat diartikan sebagai paket bahan ajar yang terdiri dari beberapa jenis media yang digunakan untuk menjelaskan suatu materi tertentu. Biasanya multimedia kit digunakan untuk mata pelajaran fisika, kimia dan biologi pada saat praktikum.

Tujuan Penelitian
-Untuk mengetahui sejauh mana peran teknologi terhadap proses pembelajaran siswa SMP
-Untuk mencari tahu teknologi apa saja yang telah mereka  gunakan
-Untuk mengetahui  apakah murid-murid SMP tersebut sudah mampu memanfaatkan fitur-fitur yang ada secara makasimal atau belum.



Alat dan Bahan yang Digunakan saat Penelitian
-Alat tulis (buku, kertas, pensil, pena, dsb)
-Kamera Digital
-Laptop
-Reward
Subjek Penelitian
-20 orang murid SMP
Metode yang Digunakan
Data diambil melalui proses pengisian kuisioner berupa pertanyaan-pertanyaan yang berbentuk essai sebanyak enam buah.dan setelah murid selesai mengisi pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner kami pun membagikan reward berupa makanan ringan berbentuk coklat. Adapun pertanyaaan-pertanyaan yang dituliskan pada kuisioner tersebut  yaitu:
1.      Dalam proses pembelajaran, adakah guru menggunakan alat bantu penyampaian pelajaran seperti, computer / laptop, infokus, dsb? Bila ada, tolong sebutkan !
2.      Apakah ada anjuran dari guru anda untuk menggunakan internet dalam  menyelesaikan tugas-tugas? Jika ada, dalam mata pelajaran apa saja?
3.      Kesulitan apa saja yang anda alami dalam menggunakan teknologi tersebut?
4.      Apakah anda lebih mudah mengerti/mendapatkan pelajaran dengan teknologi tersebut?
5.      Apakah teknologi yang saat ini ada, sudah cukup membantu anda? Atau adakah hal-hal lain yang harus ditambahkan?
6.      Seberapa penting teknologi-teknologi tersebut dalam proses pembelajaran menurut anda pribadi ?

Proses Analisa dan Kesimpulan
Setelah kami melakukan obseravasi,hasil-hasil jawaban tersebut kami kumpulkan,kami membacanya satu persatu,dan mengambil inti-inti dari tiap jawaban murid-murid tersebut lalu kami mengambil kesimpulan dan jawaban,dari inti-inti yang paling banyak di dapat dari jawaban-jawaban murid-murid tersebut.
Penjadwalan Awal yang Telah Direncanakan
No
Kegiatan
Tanggal
Tempat
1.
Pemilihan Topik dan Judul proyek mini
 29 Maret 2012
Di kampus
2.
Menentukan Metode Observasi
 2 April 2012
Di kampus
3.
Menentukan kebutuhan
 Observasi
 2 April 2012
Di kampus
4.
Membeli kebutuhan observasi (reward)
 2 April 2012
Di kampus
5.
Permohonan surat izin kepada
 pihak fakultas untuk
 mengunjungi sekolah yang
 akan di Observasi
  April 2012
Di kampus
6.
Permohonan  izin kepada pihak sekolah untuk Observasi
 2 Mei 2012
Di kampus
7.
Membuat pertanyaan observasi
 2 Mei 2012
Di kampus
8.
Pelaksanaan Observasi
 3 Mei 2012
Di kampus
9
Membuat pendahuluan dan landasan teori
 4 Mei 2012
Di kampus
10.
Diskusi penyimpulan hasil Observasi dan pembuatan poster.
 9 Mei 2012
Di kampus
11.
Memposting keseluruhan hasil Observasi di blog
 12 Mei 2012
Di kampus


Kalkulasi biaya dari awal perencanaan hingga evaluasi :
Reward untuk murid                                                 :   Rp.13.500
Transportasi                                                                :   Rp.15.000
Biaya tak terduga(membeli minum dan makanan) :  Rp.23.000       
Total                                                                              :  Rp.51.500
Jadwal Kegiatan Pelaksaan Proyek
No.
Kegiatan
Tanggal
Tempat
1.
Menentukan topik dan judul proyek mini
 29 Maret 2012
Di kampus
2.
Mendiskusikan metode Observasi serta pertanyaan wawancara
 2 April 2012
Di kampus

3.
Menentukan segala kebutuhan Observasi(alat tulis dan reward)
 2 April 2012
Di kampus
4.
Membeli kebutuhan Observasi
 terutama Reward
 2 April 2012
Di grosir johor
5.
Meminta surat izin kepada pihak fakultas untuk mengunjungi sekolah yang akan di Observasi
 April 2012
Di kampus
6.
Meminta izin kepada Kepala Sekolah untuk observasi

 10 Mei 2012
Di SMP Harapan 2 Medan
7.
Membuat pertanyaan observasi
 9 Mei 2012
Di kampus
8.
Pelaksanaan Observasi
11 Mei 2012

Di SMP Harapan 2 Medan
9.
Membuat pendahuluan dan landasan teori
12 Mei 2012
Di rumah anggota
10.
Diskusi penyimpulan hasil Observasi dan pembuatan poster.
26 Mei 2012
Di rumah anggota
11.
Memposting keseluruhan hasil Observasi di blog
28 Mei 2012
Di kampus


Laporan dan evaluasi
Laporan
Setelah kami mengamati hasil-hasil dari data observasi yang diisi oleh muri-murid smp tersebut diperoleh kesimpulan :
1. Di sekolah SMP Harapan 2 Medan,khususnya Smp akselerasi mereka sudah menggunakan alat bantu penyampaian pelajaran/sudah menggunakan alat-alat teknologi tertentu. Misalnya : Laptop,komputer,pointer laser,Mic,infokus.
2. Di sekolah SMP Harapan 2 Medan,khususnya Smp akselerasi mereka sudah dianjurkan oleh guru-guru mereka untuk menggunakan internet dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka atau mencari bahan-bahan pelajaran atau suatu informasi menggunakan internet.dalam semua mata pelajaran mereka sudah di wajib kan menggunakan internet untuk mengumpulkan informasi dari internet.terutama pelajaran IT,Tinkom,Seni musik,Agama,B.indonesia.
3. Di sekolah SMP 2 Harapan Medan, khususnya Smp akselerasi mereka hampir tidak menemukan kesulitan dalam menggunakan alat teknologi yang dipakai disekolah tersebut.kesulitan hanya terdapat pada menghidupkan proyektor.
4. Di sekolah SMP Harapan Medan, khususnya Smp akselerasi mereka mudah mengerti/mendapatkan pelajaran apabila pelajaran dijelaskan dengan alat teknologi.karena menurut mereka selain mendapatkan ilmu, mereka juga bisa mempelajari cara-cara mengunakan alat tersebut, dan menurut mereka belajar menggunakan alat teknologi lebih menarik.tetapi tergantu kemampuan guru mata pelajarannya, apabila gurunya bisa menguasi cara memakai nya dengan baik maka pelajaran dapat dengan mudah dicerna,tapi apabila tidak,pelajaran susah dicerna.
5. Di sekolah SMP Harapan Medan,khususnya Smp akselerasi mereka merasa alat teknologi di sekolah mereka sudah cukup membantu proses pembelajaran mereka. Tetapi ada bagusnya apabila di tambah fasilitas Wi-Fi apabila ingin mencari tugas dadakan.
6. Di sekolah SMP Harapan Medan, khususnya Smp akselerasi mereka menganggap teknologi dan jaringan internet itu sangat penting dalam menunjang proses pembelajaran mereka.
-selain mengikuti perkembangan zaman,kita relax dalam belajar,sehingga kesan nya tidak kaku,
-mudah untuk memahami pelajaran
-informasi dapat diperoleh dengan cepat.
Jadi, kesimpulannya teknologi sudah berdampak besar dalam proses belajar mengajar disekolah. Teknologi juga bisa membantu murid-murid dengan mudah mengecap pelajaran. Akan tetapi pelajaran yang diterapkan dan diaplikasikan dengan alat-alat teknologi akan lebih mudah dipahami apabila guru yang mengampuh pelajaran tersebut bisa menguasi penggunaan teknologi itu tersebut. Tetapi mereka juga masih membutuhkan jaringan Wi-Fi di sekolah mereka agar mereka bisa mengakses tugas mereka di sekolah.

Evaluasi
No.
Kegiatan
Tanggal Perencanaan
Tanggal Pelaksanaan
Tempat
1.

Menentukan topik dan judul proyek
29 Maret 2012
29 Maret 2012
Di kampus
2.
Mendiskusikan metode Observasi serta pertanyaan wawancara
2 April 2012
2 April 2012
Di kampus

3.
Menentukan segala kebutuhan Observasi (reward)
2 April 2012
2 April 2012
Di kampus
4.
Membeli kebutuhan Observasi terutama Reward
2 Mei 2012
10 Mei 2012
Di grosir johor
5.
Permohonan surat izin kepada
 pihak fakultas untuk
 mengunjungi sekolah yang akan di Observasi
April 2012
April 2012
Di kampus
6.
Permohonan izin kepada
 Kepala Sekolah untuk
 Observasi
2 Mei 2012
10 Mei 2012
Di SMP Harapan 2 Medan
7.
Membuat pertanyaan observasi
2 Mei 2012
9 Mei 2012
Di kampus
8.
Pelaksanaan Observasi
3 Mei 2012
11 Mei 2012
Di SMP Harapan 2 Medan
9.
Membuat pendahuluan dan landasan teori
4 Mei 2012
12 Mei 2012
Di rumah anggota
10.
Diskusi penyimpulan hasil Observasi dan pembuatan poster.
9 Mei 2012
26 Mei 2012
Di rumah anggota
11.
Memposting keseluruhan hasil Observasi di blog
12 Mei 2012
28 Mei 2012
Di kampus

Poster


Testimonial Anggota


Dinda Rizvina Nasution (11-007)
Assalamualaikum Wr Wb.
Sebelumnya, terima kasih kepada Ibu Dina yang telah memeberikan kami tugas proyek mini ini. Cukup menguji kesabaran, kekuatan, keberanian, kemandirian, pemikiran, dan kekompakan. Saya akui tugas ini sangat tidaklah mudah apabila dikerjakan seorang diri, namun karena dikerjakan bersama-sama jadi terasa yah..cukup melelahkan tetapi menyenangkan. Dengan tugas ini, kami bertiga menjadi lebih kompak dan berani lagi ketika berhadapan dengan orang yang awalnya belum pernah kami kenal. Seorang Kepala Sekolah yang sangat ramah tamah sekali menyambut kami dengan baik pada saat itu begitu pula dengan guru-guru dan murid-murid nya. Observasi pun  berlangsung dengan kondusif. Nah, setelah membaca dan menyimpulkan jawaban-jawaban adik-adik, saya mendapatkan sebuah hasil bahwa teknologi bagi mereka (murid-murid SMP Harapan 2 Medan) sangat berperan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan teknologi, mereka dapat dengan mudah memahami pelajaran, menyelesaikan tugas, serta mencari ilmu yang belum mereka dapatkan di sekolah, namun hal ini juga harus membutuhkan peran orang tua, guru dalam pengawasan mereka terhadap penggunaan teknologi mengingat zaman yang semakin canggih. Saya pikir, teknologi dalam proses pembelajaran disini sangat berpengaruh terhadap proses perkembangan ilmu pengetahuan anak. :) 
 
Ririn Hapsari 11-103
            Saat pertama kali saya mendengar tentang adanya tugas proyek mini, saya mengira akan melakukan hal-hal yang sifatnya mendidik, misalnya seperti mengajar anak-anak sekolahan. Namun, ternyata tugas proyek mini ini mengharuskan kita menjadi seperti peneliti yangs edang menilai kinerja penelitiannya. Dan karena tugas ini pula, saya dapat kembali berkunjung ke smp saya, yang sudah lama tidak saya kunjungi. Menurut saya, peran teknologi dalam sistem pembelajaran anak Akselerasi itu cukup besar. Karena, saat smp, saya juga masuk dalam kelas akselerasi tersebut. Dan pada saaat saya mendatangi kelas akselerasi pada saat itu, saya sudah melihat beberapa perbedaan yang dimana pada masa saya smp, computer yang ada pada kelas itu baru saja dating, dan jumlahnya hanya 2 sedangkan pada saat kami dating kemarin, jumlahnya menjadi 4 dann juga komputernya sekarang sudah dilengkapi wi-fi untuk mempermudah murid akselerasi mengkakses internet, sedangkan pada masa saya itu, masih belum ada wi-fi. Juga para guru sudah banyak menyampaikan pelajaran melalui slide, sedangkan pada saat saya disitu masih berupa sistem ceramah. Kesimpulannya, peran teknologi dalam sistem pembelajaran siswa SMP Harapan 2, khususnya untuk kelas akselerasi sangatlah besar. Dan dibandingkan yang lalu sudah sangat maju, agar para murid akselerasi juga dapat memperoleh bahan-bahan pembelajaran dengan mudah. J

Citra Wahyuni               (11-109)
Ini adalah pengalaman pertama saya mengerjakan proyek mini. Saya kira awalnya proyek mini ini sangat lah rumit dan membutuhkan proses yang lama.ternyata proyek mini tidaklah serumit dan sesusah yang saya bayangkan. Malah menyenangkan.pada saat datang ke sekolah harapan2 saya mengira ini akan menjadi proses yang sulit mendapatkan izin dari pihak sekolah, ternyata pihak sekolah sangat welcome dengan kehadiran kami.:) Murid-murid yang kami observasi juga sangat menyambut ceria dan antusias kedatangan kami. Kesimpulan saya sesudah observasi,ternyata peran teknologi itu memang sangat berpengaruh dan sangat penting untuk kelangsungan belajar murid-murid smp akselerasi tersebut. Dampak positif lainnya yang bisa saya ambil dari mengerjakan tugas proyek mini ini,pasti kedepannya saya akan mudah menjalankan tugas-tugas lain dimata kuliah lain yang berhubungan dengan observasi. Dan ngak binggung-binggung lagi dalam mengerjakannya karena sudah ada pengalaman dari tugas mini proyek ini..terima kasih Ibu Dina J
Daftar Pustaka
·  Santrock, John W. Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta: Kencana. 2008
·  Munir, M.IT. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta. 2008